Selama beberapa hari keliling Jogja, saya mencatat hal-hal yang memantik kesadaran saya perihal pasang-surut perjalanan sebuah negeri. Kendati hal ini saya kira sudah jamak disampaikan, tapi tidak apa-apa, setidaknya meramaikan jagat kepenulisan.
Baik, saat mengunjungi beberapa komunitas dan kedai buku, saya pribadi menyadari bahwa dalam banyak hal kita seringkali tergesa-gesa ingin memanen, tapi lupa bahwa perubahan sejati tidak lahir dari peraturan belaka, melainkan dari kesadaran kultural evolutif yang ditempa perlahan. Gerakan kultural, semestinya, terlebih dahulu dihidupkan sebelum akhirnya kita memutuskan peng-institusi-an. Ya, tidak ada jalan pintas untuk sebuah kebudayaan mapan. Setiap upaya untuk melampaui proses ini hampir pasti berujung pada kegagalan formalistikβtampak rapi di atas kertas, tetapi rapuh nan ringkih dalam realitas.
Konten lengkap tersedia setelah login.
Komentar (0)