Artikel
Artikel Terbaru
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 46
π 05 Aug 2026
Barangkali, ujian terbesar manusia modern bukan lagi bagaimana memperoleh sesuatu, melainkan bagaimana mengetahui kapan sesuatu itu sudah cukup. Kapan kita harus berhenti, atau kapan kita mesti melangkah.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 384
π 03 Jun 2026
Kematian selalu hadir di hadapan manusia sebagai misteri yang paling dekat sekaligus paling jauh. Dekat karena tidak seorang pun dapat menghindarinya; jauh karena tidak seorang pun benar-benar dapat menjangkaunya selama ia masih hidup.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 247
π 24 May 2026
Di sinilah, saya kira, film ini menjadi menarik sebagai medium pengetahuan sekalipun ia tidak akan pernah sama dengan membaca buku, menurut saya. Ia tidak sekadar memotret realitas, tetapi juga membongkar cara realitas diproduksi dan disebarluaskan.
βSebenarnya anak ini pintar, tapi tidak tahu kenapa, setelah pulang dari kampungnya, dia kelihatan nakal,β ujar pengasuh yayasan Panti asuhan saat itu, ketika bapak dari anak perempuan tersebut didatangkan ke asrama.
Satu kalimat yang mengingatkan saya pada masa muda yang penuh dengan ke-galau-an yaitu, 'Dari sekian banyak cara untuk mati, yang terburuk adalah melanjutkan hidup.'
βοΈ Scandy Lumaela
ποΈ 173
π 15 Apr 2026
Pada akhirnya, kisruh global bukan hanya soal konflik senjata atau perebutan wilayah, melainkan ujian bagi kejujuran intelektual dan moral kita.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 494
π 14 Apr 2026
Demokrasi bukan hanya sekadar sistem politik, tetapi juga pola pikir dan pola sikap. Ia menuntut kita dewasa dalam bernalar, bukan kebebasan tanpa standar.
Hari itu, Ayas tidak pernah menyangka akan mendapat kado berisi sepotong celana dalam dari istrinya, Kara. Ia menyentuh permukaannya perlahan, merasakan tekstur yang membelai kulit jemarinya. 'Bahannya bagus,' gumamnya dalam hati, mengagumi kelembutan kain yang terasa premium itu. Namun, dibalik kelembutan kain tersebut, ada sorot mata Kara yang sulit diartikan. Istrinya hanya berdiri di ambang pintu kamar, melipat tangan dengan senyum tipis penuh misteri.
βοΈ NDRI
ποΈ 229
π 06 Apr 2026
Invasi budaya yang dijelaskan Paulo Freire kini menjelma menjadi penjajahan mental bagi mahasiswa melalui pemaksaan standar gaya hidup dan produktivitas pragmatis dari luar. Akibatnya, mahasiswa mengalami diskoneksi identitas, mereka merasa asing di kampus sendiri dan lebih bangga pada hal-hal yang tidak substansial demi mengejar legitimasi publik. Penjajahan mental ini secara halus membunuh nalar kritis dan organisasi mahasiswa dengan memberikan stigma bahwa idealisme adalah sikap yang tidak realistis.