Kategori: Wajah Pendidikan
Artikel Terbaru
Pendidikan tidak seharusnya sibuk mencetak manusia sesuai pesanan sistem, melainkan harus kembali pada tugas asasinya: menuntun manusia agar merdeka sebagai manusia. Jika tidak, maka pendidikan kita bukan sedang mendidik, melainkan sedang memproduksi generasi yang rapi secara administratif, tetapi kosong secara kemanusiaan.
βοΈ Wahyu Wulandari
ποΈ 168
π 19 Feb 2026
Pendidikan tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berkelindan dengan kepentingan ekonomi dan keputusan politik. Tulisan ini mempertanyakan apakah pendidikan kita benar-benar mentransformasi masyarakat, atau hanya mempertahankan sistem yang ada.
βοΈ Ebtafil mukti
ποΈ 87
π 14 Feb 2026
βοΈ Muh Ikbal
ποΈ 143
π 06 Feb 2026
βοΈ Siti Sri Cahyani
ποΈ 245
π 29 Jan 2026
prinsip mengajar dengan membiarkan anak belajar adalah hal yang saya pegang sejauh ini. Saya percaya, ketika anak diberi ruang untuk belajar dengan caranya sendiri, mereka tidak hanya menjadi lebih pintar, tetapi juga tumbuh sebagai manusia yang utuh.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 216
π 29 Jan 2026
Bahasa ini paralel dengan kesusastraan; kebudayaan, agama dan bahkan kemanusiaan. Nah, itu artinya menjaga bahasa Indonesiaβdengan berbicara, menulis dalam bahasa Indonesia yang baikβberarti menjaga negara dengan prinsip menjungjung tinggi bahasa Indonesia: melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 180
π 25 Jan 2026
Menulis menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan Indonesiaβbaik dalam pendidikan maupun ikhtiar pemanusiaan. Walhasil, menulis bukan hanya soal merancang masa depan, melayani pengetahuan, membela NKRI, atau memajukan bangsa. Lebih dari itu, ia adalah penggagas peradaban. Bahkan, menulis adalah peradaban itu sendiri.