Kategori: Filsafat Sehari-hari
Artikel Terbaru
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 87
π 03 Jun 2026
Kematian selalu hadir di hadapan manusia sebagai misteri yang paling dekat sekaligus paling jauh. Dekat karena tidak seorang pun dapat menghindarinya; jauh karena tidak seorang pun benar-benar dapat menjangkaunya selama ia masih hidup.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 401
π 23 Feb 2026
Mungkin di tengah hiruk-pikuk zaman ini, yang paling revolusioner justru adalah belajar βdiamβ; yang paling gigantis adalah mengambil jarak; yang paling radikal adalah belajar mengalami; dan yang paling filosofis adalah kembali menyusur labirin-labirin dan ruang hening di dalam diri, tempat kita bertemu dengan eksistensi diri tanpa perantara dan ilusi.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 498
π 30 Jan 2026
Barangkali seni berlibur yang hilang dari diri kita bukanlah soal pergi, tapi bagaimana kita kembali; Kembali ke dalam diri. Lantaran Prambanan dan wisata lain dengan segala keramain dan hiruk-pikuknya, mengajarakan satu hal yang cukup ironis bagi saya: di tengah orang-orang yang mencari jeda, keheningan justru menjadi hal yang paling langka.
βοΈ Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
ποΈ 166
π 27 Jan 2026
Dalam hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, kita sering kali didorong untuk selalu merasa bahagia, optimis, dan produktif. Kegundahan, kesedihan, atau melankoli seringkali dianggap sebagai emosi yang harus dihindari, diobati, atau disembunyikan. Namun, bagaimana jika kita mengubah perspektif? Bagaimana jika kegundahan bukanlah musuh, melainkan sebuah guru yang berharga, sebuah jalan menuju pemahaman diri yang lebih dalam?
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 482
π 27 Jan 2026
Menggeluti filsafat dan sains bukanlah meniru orang lain, melainkan melanjutkan apa yang telah digagas oleh leluhur kita sejak ribuan tahun lamanya.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 547
π 26 Jan 2026
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 1089
π 24 Jan 2026
Di hadapan dunia yang sedemikian determinstik dewasa ini, keraguan bukanlah kelemahan, ia adalah tanda bahwa kita masih berpikir, masih manusia, dan masih bersetia pada martabat pencarian makna dan kebenaran yang senantiasa membelum dan tak mengenal kata sudah.