Logo
βŒ•
Seni Menerima Kegundahan: Sebuah Jalan Menuju Kedalaman Diri

Seni Menerima Kegundahan: Sebuah Jalan Menuju Kedalaman Diri

Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
@wahyu
πŸ“ Filsafat Sehari-hari
πŸ‘οΈ 24 β€’ ❀️ 2 β€’ πŸ’¬ 0
⏱️ 1 menit
πŸ“… 27 Jan 2026
Ringkasan:
Dalam hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, kita sering kali didorong untuk selalu merasa bahagia, optimis, dan produktif. Kegundahan, kesedihan, atau melankoli seringkali dianggap sebagai emosi yang harus dihindari, diobati, atau disembunyikan. Namun, bagaimana jika kita mengubah perspektif? Bagaimana jika kegundahan bukanlah musuh, melainkan sebuah guru yang berharga, sebuah jalan menuju pemahaman diri yang lebih dalam?

Fenomena menikmati kegundahan mungkin terdengar paradoks. Mengapa seseorang ingin berlama-lama dalam perasaan yang tidak nyaman? Jawabannya terletak pada penerimaan. Sama seperti siklus alam yang memiliki siang dan malam, panas dan dingin, kehidupan manusia juga penuh dengan pasang surut emosi. Menolak atau menekan perasaan negatif hanya akan memperpanjang penderitaan. Sebaliknya, dengan berani menghadapi dan bahkan "menikmati" kegundahan, kita membuka diri untuk sebuah proses penyembuhan dan pertumbuhan yang otentik.

Ketika kita gundah, dunia seolah melambat. Gairah mungkin mereda, dan keramaian di sekitar kita terasa jauh. Momen-momen seperti ini, meskipun tidak nyaman, adalah kesempatan emas untuk introspeksi. Tanpa gangguan eksternal, kita bisa menoleh ke dalam, memeriksa pikiran, perasaan, dan keinginan terdalam kita. Kegundahan bisa menjadi penanda bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membutuhkan perhatian, sebuah sinyal untuk berhenti sejenak dan mendengarkan suara hati.

Konten lengkap tersedia setelah login.

πŸ”’
Konten Terkunci
Lanjut baca? Login dahulu
Gratis. Dengan login Anda menghargai upaya dan memberdayakan penulis serta mendukung komunitas.
βœ… Baca full artikel tanpa blur
πŸ’¬ Bisa like & komentar
πŸ“Œ Lanjut baca tersimpan otomatis
Dengan masuk, Anda setuju Ketentuan & Kebijakan Privasi.
Iklan
Google Ads Improve
Google AdSense
❓ Tanya Jawab
Pertanyaan terkait artikel ini
Tanya
Belum ada pertanyaan. Jadi yang pertama πŸ˜„


Info Pembaruan

Terbit: 27 Jan 2026
Diperbarui: 03 Feb 2026

Hak Cipta:
Artikel ini merupakan hak cipta dari Nur Wahyu Hidayat, M.Pd. Dilarang menyalin, memperbanyak, atau mendistribusikan artikel ini tanpa izin tertulis dari penulis. Β© 2026 Nur Wahyu Hidayat, M.Pd

Komentar (0)

Komentar terbuka
Login untuk menambahkan komentar.
Login
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!