Artikel
Artikel Terbaru
βοΈ Ebtafil mukti
ποΈ 88
π 14 Feb 2026
βοΈ Scandy Lumaela
ποΈ 138
π 10 Feb 2026
βοΈ Ebtafil mukti
ποΈ 101
π 07 Feb 2026
Masa depan pertanian indonesia tidak ditentukan oleh luas lahan atau banyaknya pupuk, melainkan oleh siapa yang bersedia mengelolanya dengan pengetahuan, teknologi, dan visi jangka panjang
βοΈ Ebtafil mukti
ποΈ 139
π 06 Feb 2026
Pestisida seharusnya menjadi alat terakhir bukan kebiasaan harian. Pertanian Indonesia membutuhkan keberanian untuk keluar dari ilusi Solusi instan, dan mulai membangun sistem yang berpihak pada pengetahuan, keberlanjutan, dan martabat petani.
βοΈ Muh Ikbal
ποΈ 143
π 06 Feb 2026
βοΈ Nur Wahyu Hidayat, M.Pd
ποΈ 213
π 05 Feb 2026
Tulisan ini merupakan refleksi personal penulis dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kondisi objektif suatu lembaga atau tempat.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 631
π 05 Feb 2026
Komunitas literasi bukan hanya soal membaca, melainkan cara dan gaya hidup. Ia mengajarkan bahwa kebudayaan tidak selalu lahir dari gedung megah atau kebijakan besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang diulang dengan penuh kesadaran: dari halaman ke halaman, dari obrolan ke obrolan, dari ruang publik ke ruang domestik, dan dari sanalah kebudayaan serta peradaban kita akan merecup dan merekah.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 493
π 03 Feb 2026
Peradaban tidak dibangun dari gedung dan regulasi semata, namun dari kebiasaan, nilai dan cara berpikir yang hidup dalam masyarakat. Dan inilah sebetulnya perangkat lunak dari demokrasi dan pendidikan yang mendetak-jantungi peradaban manusia di seluruh penjuru mayapada sejauh ini.
βοΈ Scandy Lumaela
ποΈ 169
π 02 Feb 2026
Peradaban manusia yang semakin menjauh dari nilai-nilai keagamaan sedang menghadapi risiko kehilangan jati dirinya. Kemajuan tanpa moral adalah kemajuan yang rapuh dan berbahaya. Jika peradaban ingin bertahan dan benar-benar disebut manusiawi, maka nilai-nilai keagamaan harus kembali diberi ruang sebagai fondasi etika dan spiritual.
βοΈ Burhanuddin Elbusiry
ποΈ 625
π 31 Jan 2026
Strategi busuk industri global tidak lain adalah memutus manusia dari alam dan memanipulasi agar tercipta ketergantungan pada pasar. Jadi, alam yang sejatinya telah menyediakan banyak hal secara gratis melalui sistem swa-kelolanya, harus disingkirkan. Inilah mengapa strategi kapitalis kelas kakap, adalah mengambil alih lahan terlebih dahulu dari para petani dan masyarakat adat.